Kawah Merah (Gn Pancar)
Gn Pancar, kembali lagi saya gowes ke tempat ini. Ada beberapa alasan menagapa saya senang ke sini. Pertama karena lokasinya yg tidak terlalu jauh sekitar 6Km dari rumah menuju pasar Babakan Madang. Kedua pemandangannya yg indah serta udaranya sejuk (terutama dihutan pinusnya). Ketiga tanjakannya yg lumayan menantang dan variasi treknya ( mau nanjaknya offroad bisa, mau najak onroad ada, mau nanjak lewat jalur Downhill juga bisa). Keempat disini ada pemandian air panas yg dapat digunakan untuk melepas lelah.
Kami klub TSS (Tebeng Sana Sini) berdua berama seorang kawan Ra’ouf, tadinya rencana bertiga bersama om Gunturs tapi beliau berhalangan karena ada kerjaan tambahan di kantornya, Jadi yah berdua saja gowes menyusuri singletrack perkebunan singkong jl pintas menuju sirkuit sentul. Dari sini perjalan dilanjutkan lewat jalan aspal menuju babakan madang. Disini ketemu klub sepeda dari gn putri sekitar 10 orang goweser mereka menuju pancar juga tapi saya ngga tahu mereka mau lewat jalur mana dugaan saya mereka ambil jalur belakang (lumayan ngga kena retrebusi tiket masuk). Karena kami rencana naik lewat jalan onroad perjalanan diteruskan menuju kaki gn pancar melewati wihara dan terminal babakan. Kontur jalan masih relatif datar hanya ada beberapa tanjakan landai. Tiba di pertigaan pondok sate kami ambil jalur kiri disini sudah mulai dihadang tanjakan yg lumayan panjang dan curam. Memasuki hutan pinus udara sudah mulai berasa sejuk bersih. Disini sempat beristirahat sejenak untuk melihat2 pemandangan.
Setelah bayar tiket masuk 5.000 rupiah saja untuk dua sepeda perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur onroad hutan pinus. Tanjakan disini lumayan curam tapi karena udaranya sejuk dan rindang jadi ngga berasa capek. Disini kami ketemu lagi goweser lain berjumlah tiga orang yg sedang berjuang bersama menaklukan tanjakan juga. setelah beberapa lama sampai juga di tempat start DH yg juga berdekatan tempat pemandian air panas GOENOENG PANTJAR. Istirahat sebentar sambil menunggu goweser yg tadi ketemu hutan pinus, rencana akan diajak gowes bareng menuju kawah merah. Tapi niat itu diurungkan karena sepertinya mereka hanya gowes sampai di sini saja. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju puncak gunung dan tanjakannya tambah curam saja tapi udaranya masih sejuk, teduh, dan juga sepi. Yg terdengar hanya suara binatang sejenis kumbang kreeet…kreettt…. Berulang ulang serta suara nafas terengah2 mengiringi sepanjang tanjakan menuju puncak gn pancar. Akhirnya setelah mulai berasa pegal2 samapi juga dipuncak bukitnya. Segera memesan the manis hangat serta menyapu gorengan yg terhidang untuk mengganti energi yg terkuras di tanjakan tadi. Warung ini lumayan nyaman ada banyak bangku dan serambi untuk orang yg beristirahat juga minuman lengkap serta ada mushola untuk yg beribadah. Sempat ngobrol dengan bapak pemilik warung, banyakah yg naik sepeda ke daerah sini? “ Kebanyakan sih orang yg ziarah ke makam tapi yg bawa sepeda ada juga yg lewat sini “ katanya. “Tapi kebanyakkan bukan dari bawah tapi dari arah sana” sambil menunjuk ke arah samping warungnya. Mereka juga agak sore tibanya, jadi saya rasa itu adalah jalur yg menuju pondok pemburu. Sempat terlintas untuk mencoba jalur tsb tapi niat itu diurungkan karena sama sekali tidak ada bayangan seperti apa jalurnya dan takut tersesat secara jalur yg terhampar sepertinya hutan.
Puas istirahat dan mengisi perbekalan perjalanan dilanjtukan ke arah kawah merah. Jalur kebanyakan menurun curam dan berupa jalan aspal yg agak rusak serta banyak tikungan2 tajam. Tapi mendadak jalan berubah menjadi batu2 pecahan yg membuat sepeda sangat bergetar. Kemudian dipersimpangan belok kekiri mengambil jalan tanah. Pemandangan disini sangat indah terhampar sawah2 yg sudah mulai menguning siap untuk dipanen di latari oleh pegunungan yg hijau dan asri. Apalagi didukung oleh cuaca yg cerah sedikit berawan pemandangan seperti dilukisan2 realis.tidak lama tibalah di lokasi pemandian air panas kawah merah. Kenapa disebut kawah merah? Karena ternyata didepan pintu masuk pemandian ada kolam air panas alami (+/- 80 derajat celcius) berdiameter sekitar 2m dan berpinggiran tanah merah. Disini bertemu lagi dngan rombongan gowes dari citereup. Setelah berkenalan mereka masuk ke lokasi pemandian dengan membayar tiket 5.000 rupiah perorang (mungkin untuk rombongan bisa nego harga tiket). Kami pun diajak untuk gabung masuk ke lokasi wisata tsb tapi kami menolak, secara dari rumah tidak niat untuk berendam dan tidak membawa baju ganti, kesini hanya untuk melihat kawah dan mencoba jalur baru.
Tidak berapa lama kami melanjutkan perjalanan arah kembali tapi melalui jalur lain, yaitu jalur yg diambil oleh para goweser citereup tadi untuk mem-bypass retrebusi masuk gn pancar. Jalur belakang sini terdiri dari bebatuan makadam dan aspal yg rusak parah bahkan sebagian jalan ada jalur yg longsor. Kontur trek pun bervariasi ada turun ada naiknya juga dan pemandangnnya itu bikin hati tentram walupun nafas tersenggal2. Beberapa kali kami berpapasan dengan para wisatawan yg berjalan kaki (hiking) menuju kawah merah secara jalur agak sulit dilalui oleh mobil (klo mtor masih bisa). Dipertigaan ada dua jalur, yg satu kembali kearah pemandian gn pancar satu lagi jalur bypass. Untuk mempersingkat waktu kami ambil jalur yg kembali ke pemandian karena Ra’ouf harus tiba dirumah kembali jam 1 siang. Jadi lewatlah kembali menyusuri jalur aspal yg tadi dilalui. Dan kembali ke rumah.
Total jarak 38 Km 50% onroad, 30% offroad, 20% aspal rusak parah. Total waktu gowes 2 jam 37 menit (istirahat tidak dihitung)
|